|
|
Santi Mutiara Sari, Psychology Unair, ♥Green ♥Yellow ♥Brown ♥Allah :* @yarassari
http://yarassari.blogspot.com/
|
“aku cari kamu, kutemui kau tiada. aku cari kamu, kutemui kau berubah”
Payung Teduh - Kucari Kamu (via ndaaw)
[Flash 9 is required to listen to audio.]Title: Payung Teduh 1
Artist: sadgenic
698 plays
sadgenic:
Ini adalah lagu Payung Teduh berjudul Rahasia, iseng backingin suara dua plus memasukkan puisi yang terinspirasi dari lirik mereka. Berikut puisinya.
Ini Rahasiaku
Tak ada gelap, segelap jauh darimu
Tak ada terang, yang seterang senyummu
Tak ada lagi bintang di mataku
Ketika bayanganmu menjauh, membentang
Kau buat rindu dan harapku melayang-layang.
Kamu pernah menjadi senja, menenggelamkan semua
Kini yang tersisa hanya aroma tawa
Yang tersisa hanya harum air mata
Lalu aku mencari suaramu
Kuobrak-abrik namamu
Aku mencari wujudmu
Aku mencarimu
Aku mencarimu …
Lagu ini bisa didengar juga di Soundcloud
“Sedih karena siapapun, hanya dirimu sendiri yang bertanggung jawab sepenuhnya atas hidupmu selanjutnya.”
Tia Setiawati Priatna (via karenapuisiituindah)
“Lelaki terindah di mata wanita bukanlah yang paling tampan wajahnya; melainkan yang bisa membuatnya merasa sang tercantik di dunia. Lelaki tergagah di hati wanita bukanlah yang paling kekar ototnya, melainkan yang mampu mendengar, memahami, dan mengerti curahan hatinya. Lelaki terkaya bagi wanita, bukanlah yang terbanyak hartanya, tapi dia yang pandai bersyukur dan mengungkapkan terima kasih padanya. Lelaki tershalih bagi wanita, tak sekedar banyak ilmu agama dan rajin ibadahnya; tapi juga dia yang paling mulia akhlaqnya. Lelaki terhebat bagi wanita, bukanlah yang mampu membelikan apapun untuknya; tapi yang wajah dan bahunya siap menyambut senyum dan airmata. Lelaki tercinta bagi wanita; dia yang prasangka tak mengalahkan kemuliaan budinya; yang kekesalan tak mengalahkan pengertian dan maafnya.”
Salim A. Fillah (via kurniawangunadi)(Source: pradityaningsih, via kurniawangunadi)
“Kenapa aku merasa kehilangan padahal aku ‘belum’ pernah memiliki?. Seperti merampok diriku sendiri, aku pelaku sekaligus korbannya.”
(via gangguanmental)
“Apapun itu. Optimisku, pesimisku selalu tertulis, hanya umpatan senyum manis hati terkikis di hadapanmu. Kemudian berlalu.”
(via gangguanmental)
“Berpura-pura. Munafik. Berkata tidak. Bernurani iya. Brsikap biasa. Brperasaan cinta. Kamu!”
#jleb dulu (via penyairhujan)
“Hingga nanti, semoga kamu akan tahu alasan di balik mengapa aku kemudian menyerah.”
@estipilami (via adindasukma)(via gangguanmental)
“Kita memiliki hujan yang sama, di sudut hati yang berbeda, kemudian saling merahasiakannya. Saling menunggu.”
(via penyairhujan)(via pecintasakura)
“Terkadang kita butuh luka untuk makin tegar. Kita butuh derita untuk mengerti makna hidup. Kita butuh penghinaan untuk menjadi kuat. Kita butuh hati yang hancur untuk mengerti caranya bangkit. Dan kita selalu butuh TUHAN untuk menjadikan semuanya indah.”
(via galuhhapsari)(via penakecil)
Kau dan aku seperti siang dan malam, yang tak bisa bertemu dalam setiap peraduan.
Bertatap muka pun hanya sekedar angan, sekedar mimpi yang tak bertuan.
“Sakit di sekujur badan hanyalah masalah waktu untuk sembuh, sedangkan sakit hati itu sewaktu-waktu bisa kambuh.”
Haris Yanuar (Hati-Hati Menjaga Hati)
(Source: metzdebruecker)
“Suara kehidupanku memang tak akan mampu menjangkau telinga kehidupanmu, tapi marilah kita coba saling bicara barangkali kita dapat mengusir kesepian dan tidak merasa jemu.”
Kahlil Gibran
(via metzdebruecker)
1/14 older »
|